Apakah Game Dapat Merusak Otak Manusia??? Simak Fakta Selengkapnya Berikut!!!



Hay guys kali ini jalanantikus mau berbagi info,apakah benar bahwa Game dapat merusak otak kita?? Di Era Milenial yang dipenuhi dengan berbagai macam Teknologi dan kecanggihannya.

Banyak bermunculan game - game berbagai genre,dari Strategi hingga RPG. Ya salah satunya yang sedang populer adalah PUBG dan Mobile Legends. Pasti salah satu dari kalian adalah pemain dari game tersebutkan??

Banyak Rumor mengatakan bahwa game dapat merusak otak si pemain game itu sendiri. Hal ini seringkali dijadikan senjata dari beberapa orang-tua supaya anaknya tidak sering bermain game. Game  sendiri sudah jadi hoby buat beberapa orang dari yang kecil hingga dewasa.

Banyak juga game dijadikan pelarian dari penatnya kegiatan rutin bahkan banyak juga sebuah game dijadikan sumber penghasilan bagi mereka. Lalu, apakah dengan rumor itu dapat dibuktikan bahwa game dapat merusak otak kita? Atau cuma mitos yang tidak dapat dibuktikan?
Game memang seringkali dijadikan acuan atas banyak momen, khususnya dari orang-tua ke anaknya atau bahkan dari cewek ke cowoknya. Namun Bila diuji dengan ilmiah, apakah tudingan-tudingan negatif itu betul-betul dapat dibuktikan?

Baca penjelasan dari beberapa sumber, berikut kenyataannya!

1. Game Dapat Membuat Pemainnya Bodoh



Bila nilai sekolah kita buruk atau mengalami penurunan, satu diantara kalimat yang mungkin disampaikan oleh orang-tua ialah "nilai kamu menurun karena sering main game". Nilai kita menurun memang bisa saja karena kita yang kebanyakan bermain game tanpa kenal waktu.
Namun,  bermain game dengan waktu yang normal membuat kita melek tehnologi, sampai kadang lebih pintar dari orang dewasa.
Selain itu, game dapat melatih imajinasi gamer itu sendiri. Misalnya, kita terlatih berpikir untuk mengakhiri permasalahan dalam game seperti misi-misi yang ada di game,dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Dan banyak juga game-game yang dibuat untuk mempertajam otak kita.
Namun, ada juga studi yang menunjukkan jika game memang memiliki pengaruh ke penurunan nilai akademik. Faktanya, waktu belajar mereka tersita untuk bermain game. Maka bermainlah dengan waktu yang normal tanpa melupakan kewajiban kita sebagai seorang pelajar.

2. Game Dapat Mengakibatkan kerusakan Otak
Game dapat mengakibatkan kerusakan otak? Hal ini ada benarnya. Terlalu lama bermain game dapat menyebabkan kehancuran otak dengan perlahan-lahan.

Satu studi menjelaskan jika bermain game terlalu berlebih dapat menurunkan materi abu-abu yang berada di hippocampus, yang berada disalah satu sisi di otak kita. Nah sedangkan sekitar 85% pemain game hanya menggunakan nukleus kaudat saat bermain.
Jadi makin sering bermain game, makin jarang-jarang kita memakai hippocampus yang berada di otak kita.

Dapat mengakibatkan penurunan kesadaran spasial subyek kita serta kehilangan potensi ingatan periode pendek. Jika hal itu sampai berlangsung terus menerus bahkan berlangsung lama, itu dapar menyebabkan kerusakan pada otak kita. Oleh karena itu admin menyarankan, jangan pernah main game terlalu berlebih.

3. Game Membuat Tidak Produktif



Hal ini terjadi jika kita bermain game tanpa adanya batasan waktu,sehingga kita jadi melupakan kegiatan-kegiatan produktif yang lebih bermanfaat,contohnya seperti membaca buku dan belajar ataupun kegiatan lainnya seperti Olahraga. Sebenarnya untuk masalah ini, kita kembalikan ke tujuan awal dalam  bermain game.

Beberapa dari kita tujuan bermain game hanya ingin beristirahat serta memerlukan penyegaran otak karena faktor stress dengan pekerjaan ataupun hal lainnya. Game banyak dipandang media yang pas untuk melepaskan rasa stress kita.
Bila game tidak ada, apa kita hanya cukup membaca buku atau menonton tv saja? Namun kita juga perlu sebuah media refreshing yang menarik, salah satunya adalah bermain game.

4. Game Membuat Kita Jadi Anti Sosial

Game dipandang jadi pemicu orang jadi anti sosial atau Acuh tak acuh dengan lingkungan. Namun Faktanya adalah para generasi milenial banyak berteman dengan game semenjak kecil, sehingga menjadi cuek dengan lingkungannya.
Hal ini memang benar, tetapi game hanya berdampak kecil untuk memicu hal tersebut.
Sebenarnya peran orang-tua yang harus mengajari untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya malah punya pengaruh besar.
Justru , game bisa saja menjadi sebuah media untuk berkomunikasi yang baik. Misalnya mabar alias main bersama kini popular. Hal ini menjadi bukti jika game dapat menjadi fasilitas untuk bersosialisasi dengan teman - teman sebaya bahkan dengan yang lebih seumuran dari kita.

5. Game Berdampak Mengajari Kekerasan Pada Pemain
Dari sekian banyak game yang popular, idenya tidak jauh-jauh dari faktor kekerasan. Contohnya saja lihat game PUBG sampai Mobile Legends, semua sama-sama bertanding untuk menaklukkan musuh. Sehingga muncul image,jika game tersebut dipandang mengajari kekerasan pada kita.

Pasti banyak orang-tua khawatir jika nanti anaknya menjadi agresif yang disebabkan ole game tersebut.
Meskipun sebenarnya, rata-rata kekerasan yang berlangsung di game mustahil kita kerjakan di dunia nyata. Misalnya, mustahil kita melemparkan Rasengan ke rekan kita ataupun orang lain.

Justru dengan bermain game, kita dapat melampiaskan kekecewaan kita didalam game tersebut tanpa perlu menghajar orang sungguhan di dunia nyata. Tetapi alangkah lebih baiknya jika kita mengadu ke Tuhan bila sedang ada masalah.
Oke guys sekian dulu pembahasan mengenai dampak Positif dan Negatif dalam bermain Game. Pesan admin jangan bermain game terlalu berlebihan sehingga kita lupa waktu. Bermainlah dengan waktu yang sewajarnya tanpa melupakan kewajiban kita sebagai pelajar,pekerja dan sebagai anak. "Orang Tua hanya ingin yang terbaik untuk anak - anaknya. Dan tidak ingin ada hal - hal negatif yang terjadi pada kita".

Jangan lupa like dan sharenya ya guys jika bermanfaat buat kamu dan juga buat teman - teman semua. Masukan email kamu ke kolom SUBSCRIBE supaya kamu selalu dapat Notifikasi artikel terbaru dari jalanantikus.com . Terima kasih sudah berkunjungπŸ™πŸ™πŸ™

Jangan Lupa Komentarnya πŸ™πŸ™πŸ™

Click to comment